Hari itu tepat tanggal 24 december 2010 hari jum’at setelah semua aktifitasku terselesaikan dan waktupun menunjkan pukul 22.30. aku di beri kewenangan untuk mencari dimana keberadaan adiku yang notabene sedang BT judulnya. Kumenyusuri jalanan kota bersama ayahku dengan mengendarai motor masing-masing, setelah berjam-jam tak menemui hasil kami bertemu kembali di suatu tempat yaitu keraton kasepuhan dan dikarenakan kondisi ayah yang sudah capek. Kuputuskan ayah untuk pulang dan melanjutkan pencarianku sembari meminta izin kepadanya untuk bermalam di rumah temanku yang berkawasan di rinjani karena aku telah berjanji kepadanya. Dengan the new prima kumelesat sesampainya di kesambi ku belokkan motorku tuk memberi minum kendaraanku dikawasan cipto karena di tempat yang lain sudah tutup dengan maksud hati nyari yang deket. Setelah tangki terisi penuh ku tancap gas menuju rumah teman. Dalam perjalanan ada sepintas pemikiran untuk kembali mencari adikku tapi pikir punya pikir lebih enak nyari temen buat ngajak ngobrol selama pencarian. Alhasil yang tadi kepengen ke rinjani kini pikiranku menuju ke bromo untuk menjemput temanku yang lain. Bermeter-meter telah kususuri jalanan dan tiba ku dalam sebuah perempatan di perumnas, setela itu aku tak tahu apa yang terjadi??setelah ku tersadar aku telah bermukim di suatu tempat yang penuh dengan jeritan sakit orang-orang. Yah rumah sakit tentunya. Akupun sama merasakan kesakitan yang begitu mendalam di bagian rahang serta pergelangan tanganku. Ku pandang di sekililing sanak saudara dan teman-temanku namun yang selalu kusimak wajah ibuku yang penuh kecemasan. Dengan berani aku bertanya kepada beliau ada apa ini??tetapi ibuku memilih bungkam seribu bahasa sambil menahan isak tangisnya. Lama berselang akhirna terungkap juga, aku telah mengalami kecelakaan yang fatal yang bisa merenggut nyawaku, bagaimana tidak hampir seluruh mukaku mengalirkan darah dari telinga, hidung, mulut tapi tidak dari mata. Hampir semua orang yang melihatku saat itu mengira inilah akhir hidupku atau mempunyai harapan yang tipis untuk hidup kembali. Tapi rupanya Allah berkehendak lain, aku masih diberi kesempatan tuk hidup. Kembali kerasa sakit yang membelengguku ternyata bersumber akibat adanya pergeseran pada rahang sehingga tatanan ruas gigikupun tak beraturan ada yang masuk ke bagian dalam ada juga yang keluar serta pergelangan tanganku retak. Sakit tentunya dan harus segera di operasi. Akhirnya pada tanggal 29 december 2010 aku masuk meja operasi dengan perasaan kacau balau. Pukul 10.45 operasi dilaksanakan dengan bius total. Setelah hampir 2 setengah jam operasi selesai aku sudah tersadar waktu itu namun karena efek bius yang terlalu besar di badanku aku belum sadar total. Setelah sadar aku merasakan ada keanehan di dalam mulutku dan ketika ku raba rahangku kini dijepit oleh plat-plat kecil yang hampie melingkari seluruh bagian bawah rahangku dan ada yang berat di seleruh bagian tangan kananku yah karena kini aku memakai gip. Yup akhirnya kulewati pergantian tahun dalam rumah sakit tapi alhamdulillah aku senang banyak yang menghiburku malam itu baik dari teman, keluarga dll. Pada tanggal 3 Januari 2011 aku memutuskan untuk pulang kerumah meski dengan status pulang paksa karena belum ada ijin dari pihak rumah sakit tapi karea kondisiku sudah pulih dan meski harus sering kontrol aku gak bisa menahan keinginanku untuk pulang kerumah. Entah apa yang terjadi pada keluargaku di akhir tahun belakangan pada 25 December 2009 ayaku masuk ke meja operasi untuk pengangkatan hernia selang satu bulan kemudian atau tepatnya tanggal 26 Januari 2010 aku harus kehilangan satu-satunya kakaku yang kembali kepada Allah akibat penyakit yang dideritanya. Dan kini diakhir tahun 2010 giliran aku yang diberi cobaan. Tetapi aku tetap besyukur karena masih diberi kehidupan oleh Allah SWT dan semoga menjadi pembelajaran untuk kita dan semoga dengan rangkaian musibah ini menjadi tolak balak atau akhir dari rangkaian musibah dari keluargaku. Amin Ya Rabbal Alamin
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

manusia hanya bisa berusaha....
BalasHapusalangkah baiknya jika kita smua bersyukur karena karunia-Nya. Kita msh diberi kesempatan untuk "hidup" kembali